Suka Suka Jadi Anak Tunggal

Aku bahas suka-suka aja ya karena lagi gak mau inget-inget dukanya. Pertanyaan: seberapa banyak dari kalian yang baca tulisan ini, adalah anak tunggal? *angkat tangan* hahaha. Ini tulisan murni iseng-iseng ya, kalau misalnya suatu saat aku memutuskan untuk punya anak, pengennya satu aja. Tapi selalu kepikiran “kalau cuma satu, nanti aneh, kayak gue.” Ijinkan aku berbagi pengalaman rasanya jadi anak tunggal ya 🙂 

Photo by Laura Chouette on Unsplash

Kesepian nggak? Sebagai anak tunggal yang kedua orang tuanya bekerja, (ayahku buka toko dari jam 6 pagi sampai 9 malam, ibuku kerja kantoran sampai jam 5 sore, lanjut di toko sampai toko tutup), apakah aku kesepian? Berasanya sih nggak ya, tapi mungkin karena gak tau juga rasanya rame-rame dengan adik/kakak, jadi gak merasa ada yang kurang juga. Biasa aku di lantai atas (toko di bawah), terus aku main sama ART, baca buku, nari-nari. Kadang jam 5an sore gitu keliling komplek naik sepeda ditemenin ART yang jalan kaki hahaha.  

Family time-nya kapan? Hari minggu sama ayah jalan-jalan ke Jakarta karena ibu harus jaga toko. Hari Senin-Jumat kadang dijemput ibuku sama sopirnya pulang sekolah. Bertiganya kapan ya? Pas pergi liburan akhir tahun dan tutup toko.

Photo by Anna Yablonskaya on Unsplash

Gak main sama anak tetangga? Sayangnya ngga punya hahaha, aku dari kecil tinggal di ruko. Tetangganya siapa? Kang fotokopi sama rumah makan padang. Teman masa kecil ada gak? Ada, dua cowok, lebih tua sedikit dari aku, dan mereka WNA yang lahir di Indonesia, anak kolega ibuku yang tinggal dekat rumah. Kadang main sepede, diajarin komputer, diajarin sepatu roda. Tapi selain susah ngomong dan kikuk karena mereka tajir haha, aku jadi lebih banyak di rumah sendiri sama ART.

Photo by Glenn Han on Unsplash

Manja dong? Iya, banget. Walaupun dari kecil dikasihtau mama gak boleh manja, karena kalau mama-papa pergi, aku cuma sendiri…. tapi ART-ku banyak banget haha. Ngurus rumah, bisa? Bisa sih, tapi karena keharusan bukan kebiasaan, jadi aku anaknya gak masalah kalau berantakan. Apalagi, dari kecil punya space ku sendiri, jadi suka-suka aku aja pokoknya. Uang jajan tinggal ngambil sendiri di laci, gadget terbaru baru ngiklan di Kompas besoknya langsung dibeliin. Dari TK-SMP, dianter supir hahaha.

Kok enak banget? Kedengerannya iya enak banget, tapi begitu udah tua gini, baru berasa menantangnya menjadi manusia bertanggung jawab haha. Bayangin aja, dari lahir-lulus kuliah, hidup aku sesuka-suka aku semua — gak pernah ada di posisi “harus mengalah” atau “harus pengertian” atau “harus berbagi” sama orang lain/keadaan. Kebayang gak aku jadinya sekeras kepala apa? 🤣 

Photo by Nadine Shaabana on Unsplash

Buat orang tua yang sekarang anaknya cuma satu, please biar anaknya gak aneh kayak aku (ini suamiku aja bilang aku aneh banget hahaha), mungkin bisa diajarin tanggung jawab dari kecil. Ini yang pasti akan aku ajarin ke anak aku, misalnya ngatur uang jajan kek, ngepak buku sekolah sendiri kek (pas SD ibuku yang ngepak buku sekolah aku, pas SMP semua buku aku taro di mobil/kelas). Atau: punya binatang peliharaan.

Testimoni dari suami, setelah aku punya binatang peliharaan, jadi lebih dewasa sedikit hahaha karena ada sense tanggung jawab. Kata dia, mungkin kalau dari kecil aku dibolehin punya pet, gak akan jadi se-aneh sekarang hahaha.

Maafkan postingan yang kurang penting, semoga mencerahkan! 🙂

4 thoughts on “Suka Suka Jadi Anak Tunggal

  1. Sebagai anak terakhir dari empat bersaudara aku kurang relate haha, tapi kemanjaannya mungkin masih masuk karena berasa jadi baby of the family. Sampai saat ini pun kalau pulkam dan pergi sama kakak2, kalau makan masih ditraktir walopun masing2 dah mampu beli rumah sendiri haha, some things never change I guess 🙂

    Soal tanggung jawab aku masih kadang males, tapi karena sempet tinggal sendiri dan apa2 harus diurus sendiri (siapa lagi?) ya udah biasa sih, cuman kadang klo urusan rumah tangga setelah tinggal dengan suami, jadi dia yang lebih ngurusin, aku mah leyeh leyeh doang hahaha

    • Hahahaha iyahhh aku pun udh ga manja2 lagi soalnya umur 21 udh jd orphan, semua2 hrs urus sendiri :/ sekarang udah nikah dan untung suami pengertian kalo aku berantakan 🤣 kita sama2 berantakan hahahahaha

    • Hahahaha kalau kt suamiku (dia pny anjing dan kucing dr dia kecil bgt) dan tentunya ga pny ART, selama diajarin dan gak dimanja (anaknya) hrsnya bs haha mgkn dr usia SD kali ya kalau takut malah tambah repot mba 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s